Manusia Plastik

Dia terduduk di bawah sebuah kota yang terbuat

Dari kerapuhan, memandang ke luar jendela yang tak benar-benar

Ada (seperti jendela yang di curi dari mimpi seseorang). Padang rumput hijau,

Hutan-hutan seluas fantasi.

 

Dia melihat sekumpulan seorang anak kecil yang sedang

Menanam pohon-pohon plastic, membangun rumah-rumah plastic, membuat

Manusia-manusia plastic, tubuh mereka sendiri.

 

Seorang gadis kecil yang berwajah langit menuju ke arahnya,

Melangkah malu-malu sambil memberinya

Sebuah bunga, bunga plastik.

 

 “untuk kehidupan kita yang lebih baik” kata gadis kecil itu.

 

Dia tersenyum lalu membuang bunga itu jauh-jauh,

Jauh kedalam jantungnya sendiri.

 

Di ruang ini tiba-tiba segalanya jadi begitu mudah

Memuai, sunyi memuai, kecemasan memuai, udara

Memuai, kota-kota memuai. Lalu segalanya menghilang.

Kecuali tubuhnya, tubuh pelastiknya.